Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

SEJARAH SEBARAN APEM JATINOM

Gambar
 SEJARAH SEBARAN APEM Pada mulanya, Kyai Ageng Gribig ke Mekkah untuk menunaikan Ibahdah Haji. Sewaktu berada di Mekkah mendapat apem 3 buah yang masih hangat, kemudian dibawa pulang untuk anak cucunya, ternyata sampai di Jatinom apem tersebut masih hangat. Dengan bersabda “ APEM YAQOWIYU ” artinya kata yaa qowiyyu itu ialah Tuhan Mohon Kekuatan . Berhubung apem buah tangan itu tidak mencukupi untuk anak cucunya, maka Nyai Ageng Gribig diminta membuatkan lagi agar dapat merata. Kyai Ageng Gribig juga meminta kepada orang-orang Jatinom; di bulan Sapar, agar merelakan harta bendanya sekedar untuk zakat kepada sesame yang datang (tamu). Oleh karena orang-orang semua tahu bahwa Nyai Ageng Gribig sedekah apem, maka kini penduduk Jatinom ikut-ikutan sama membawa apem untuk selamatan. Sekarang ini orang-orang Jatinom membawa apem untuk diserahkan ke Panitia Penyebaran Apem , dan sesudah sholat Jumat disebarkan di lapangan. Menurut kepercayaan warga, apem tersebut ...